Categories
Parenting

Bayi Sering Digendong, Jadi “Bau Tangan” bag3

Menggendong Sekaligus Stimulasi Menurut Della, pakar psikologi perkembangan, Erik H. Erikson mengatakan bayi memiliki waktu dan kesempatan yang cukup yakni sekitar 12 bulan untuk distimulasi lewat sentuhan, dekapan, gendongan. Bagaimana cara menstimulasi bayi selagi kita menggendongnya? Della menjabarkan sebagai berikut: ? Ketika usia 3 bulan, bayi sejatinya sudah distimulasi untuk dapat tengkurap sendiri. Dengan demikian, menggendong bayi dapat dimodifi – kasi dengan posisi agak tegak atau dibolik-balik menghadap dan membelakangi mama.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

? Ketika usia 6 bulan, bayi sudah dapat duduk sendiri tanpa dibantu, sehingga menggendong dapat digantikan oleh “umbrella-stroller” atau dorongan bayi yang posisinya duduk. Kalaupun mau digendong langsung, Mama dapat memosisikan tangan seperti “dudukan” dan bayi akan nangkring di atasnya seperti ayunan. ? Bayi di usia 9 bulan, mulai banyak bergerak dan membutuhkan sarana permainan saat digendong. Papa yang kreatif dapat menggunakan sarung, lalu mendudukkan bayi pada sarung tersebut sambil diayun-ayun ekspresif sehingga si kecil pun terpancing untuk tertawa.

Di usia bayi 9-12 bulan, Papa memiliki banyak kesempatan untuk berperan. Selain badan bayi makin besar dan berat, dibutuhkan pula ide kreatif untuk menstimulasi motorik mereka. Papa dapat menggendong di punggung atau pundak, mendudukkan bayi di atas punggung saat berenang, mengangkat tinggi-tinggi hingga menjangkau benda yang digantung, atau mengangkat mereka dalam posisi tengkurap seperti superman.

Tidur Lebih Tegak Turunkan Risiko Pascapersalinan

Menjelang hari kelahiran, baiknya Mama mempersiapkan bantal tambahan untuk menopang posisi tubuh saat tidur nanti. Menurut anjuran studi yang dimuat di jurnal CHEST, posisi tidur yang lebih tegak 45 derajat pada hari-hari pertama setelah melahirkan bisa menurunkan risiko gangguan jalan napas. “Gangguan ini adalah gejala utama dari gangguan tidur yang dialami oleh mama setelah melahirkan,” kata Dr. Matthias Eikermann, Clinical Director dari Department of Anesthesia, Critical Care and Pain Medicine, Massachusetts General Hospital. Posisi tidur yang lebih tinggi akan memperbaiki jalan napas saat tidur, sehingga Mama bisa beristirahat lebih optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *