Categories
News

KPK Periksa Petinggi PT China Huadian Engineering

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur PT China Huadian Engineering Indonesia (CHEI), Wang Kun, Senin (6/8). Petinggi PT CHEI itu bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proy e k P LT U R i a u – 1 . Pemeriksaan terhadap Wang Kun dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan pemegang saham Blackgold Natural Limited Johannes B Kotjo yang telah berstatus tersangka. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai untuk tersangka JBK (Johanes B kotjo),” kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (6/8). Selain Wang Kun, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa Manajer Senior Pelaksana Pengadaan IPP PLN, Mimin Insani.

Seperti halnya, Wang Kun, Mimin juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas Johannes. Diduga pemeriksaan terhadap Wang Kun untuk mendalami keterkaitan PT CHEI dalam proyek PLTU Riau-1. Diketahui, konsors i u m P T C H E I d a n Blackgold Natural Limited ditunjuk PLN melalui PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sebagai mitra untuk menggarap proyek senilai US$ 900 juta. Diduga, penunjukan langsung dibantu oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang mendapat suap sebesar Rp 4,8 miliar dari Johannes. Tak hanya Eni, berdasar penyidikan sejauh ini, terdapat peran dan keterlibatan Menteri Sosial Idrus Marham yang saat itu menjabat Sekjen Partai Golkar dan Dirut PLN Sofyan Basir dalam proses pembahasan proyek. Idrus dan Sofyan diduga menghadiri atau mengetahui adanya pertemuan Eni d e n g a n J o h a n n e s .

Pertemuan itu dikuatkan dengan rekaman CCTV yang telah disita tim penyidik saat menggeledah sejumlah lokasi, termasuk rumah Sofyan Basir. Baik Idrus maupun Sofyan mengaku mengenal Eni dan Johannes Kotjo. Seusai diperiksa pada pekan lalu, Idrus mengaku telah membeberkan segala hal yang diketahuinya mengenai kasus suap itu kepada penyidik KPK. Termasuk mengenai pertemuannya dengan Eni, Johannes Kotjo, dan Dirut PLN Sofyan Basir yang membahas proyek PLTU Riau. “Jadi saya kira itulah sudah dijelaskan tadi semuanya, biar penyidik yang tahu semua,” kata Idrus. Idrus mengklaim tak tahu soal aliran dana suap yang diterima Eni dari Johannes Kotjo untuk memuluskan proyek PLTU Riau. Idrus juga mengklaim tak pernah menerima uang atau hadiah saat Eni datang ke rumahnya untuk menghadiri acara ulang tahun sang anak, pada Jumat (13/7). Diketahui, saat di rumah Idrus itu, Eni ditangkap oleh tim Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) lantaran diduga m e n e r i m a s u a p d a r i Johannes. Dikonfirmasi mengenai peran dan kaitan Idrus Marham dalam kasus itu, Eni mengaku sudah membeberkan seluruh hal yang diketahuinya kepada penyidik KPK. Eni berjanji akan koperatif dan membeberkan setiap hal yang diketahuinya terkait sengkarut kasus suap ini kepada penyidik. “Yang pasti saya kooperatif, saya akan menjelaskan semua hal terkait apa yang ditanyakan oleh penyidik,” kata Eni seusai diperiksa pekan lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *