Categories
Parenting

Cegah Infertilitas Dengan Sunat Bag2

Masalah lain adalah balanitis, yakni peradangan pada glans penis. “Penyakit ini sering terjadi pada lelaki yang tidak atau belum disunat dan tak menjaga kebersihan area penis,” ujar dr. Ramzi. Lantaran alat vital tak dibersihkan secara teratur, bakteri, kulit mati, kotoran, dan keringat mengendap di bawah kulup sehingga menimbullkan iritasi dan peradangan pada penis.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Balanitis menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, gatal, kemerahan, ruam pada penis, bengkak, muncul bau tak sedap, ada kotoran seperti lemak tebal di bawah kulup, bersisik/kulit mengelupas, dan nyeri di sekitar kepala penis. Penanganan balanitis dengan pemberian antibiotik atau antijamur. Bila peradangan makin parah, disarankan agar pasien melakukan sunat. Salah satu bahaya dari balanitis adalah dapat menyebabkan infertilitas, karena penyakit ini dalam jangka lama akan menurunkan kualitas cairan sperma dan merusak sel telur.

PEMULIHAN LEBIH LAMA Jadi, demi kesehatan dan kesuburan, pria memang baiknya melakukan sunat. Apalagi, menurut The American Academy of Pediatrics (AAP), sunat juga dapat mengurangi risiko berkembangnya beberapa jenis infeksi seksual menular, seperti kanker serviks, vaginosis bakteri, dan trikomoniasis pada perempuan yang menjadi pasangannya. Saat dilakukan sunat, di balik kulit kulup dan kepala penis akan dijumpai tumpukan putih yang lengket, sehingga mesti dibuang segera. Setelah disunat, biasanya permukaan glans penis akan sedikit terluka.

Tidak mengapa, dalam beberapa hari luka akan mengering dan lepas. Karenanya, dokter akan memberikan obat jenis antiinfeksi oral dan oles. Tentunya, tindakan operasi sunat pada pria dewasa agak berbeda dengan sunat pada anak-anak. Maksudnya, tindakan operasi sunat pada orang dewasa membutuhkan lebih banyak anestesi dan berlangsung lebih lama. Anestesi dilakukan dengan menyuntikkan bahan obat bius di sekitar batang penis atau dengan block pada pangkal penis. Selain itu, proses pemulihan usai sunat pada orang dewasa akan lebih lama dibandingkan pada anak-anak. Papa juga harus melakukan puasa seks selama seminggu agar benar-benar pulih dahulu. Hmmm… enggak masalah, kan?

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Bayi Sering Digendong, Jadi “Bau Tangan” bag3

Menggendong Sekaligus Stimulasi Menurut Della, pakar psikologi perkembangan, Erik H. Erikson mengatakan bayi memiliki waktu dan kesempatan yang cukup yakni sekitar 12 bulan untuk distimulasi lewat sentuhan, dekapan, gendongan. Bagaimana cara menstimulasi bayi selagi kita menggendongnya? Della menjabarkan sebagai berikut: ? Ketika usia 3 bulan, bayi sejatinya sudah distimulasi untuk dapat tengkurap sendiri. Dengan demikian, menggendong bayi dapat dimodifi – kasi dengan posisi agak tegak atau dibolik-balik menghadap dan membelakangi mama.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

? Ketika usia 6 bulan, bayi sudah dapat duduk sendiri tanpa dibantu, sehingga menggendong dapat digantikan oleh “umbrella-stroller” atau dorongan bayi yang posisinya duduk. Kalaupun mau digendong langsung, Mama dapat memosisikan tangan seperti “dudukan” dan bayi akan nangkring di atasnya seperti ayunan. ? Bayi di usia 9 bulan, mulai banyak bergerak dan membutuhkan sarana permainan saat digendong. Papa yang kreatif dapat menggunakan sarung, lalu mendudukkan bayi pada sarung tersebut sambil diayun-ayun ekspresif sehingga si kecil pun terpancing untuk tertawa.

Di usia bayi 9-12 bulan, Papa memiliki banyak kesempatan untuk berperan. Selain badan bayi makin besar dan berat, dibutuhkan pula ide kreatif untuk menstimulasi motorik mereka. Papa dapat menggendong di punggung atau pundak, mendudukkan bayi di atas punggung saat berenang, mengangkat tinggi-tinggi hingga menjangkau benda yang digantung, atau mengangkat mereka dalam posisi tengkurap seperti superman.

Tidur Lebih Tegak Turunkan Risiko Pascapersalinan

Menjelang hari kelahiran, baiknya Mama mempersiapkan bantal tambahan untuk menopang posisi tubuh saat tidur nanti. Menurut anjuran studi yang dimuat di jurnal CHEST, posisi tidur yang lebih tegak 45 derajat pada hari-hari pertama setelah melahirkan bisa menurunkan risiko gangguan jalan napas. “Gangguan ini adalah gejala utama dari gangguan tidur yang dialami oleh mama setelah melahirkan,” kata Dr. Matthias Eikermann, Clinical Director dari Department of Anesthesia, Critical Care and Pain Medicine, Massachusetts General Hospital. Posisi tidur yang lebih tinggi akan memperbaiki jalan napas saat tidur, sehingga Mama bisa beristirahat lebih optimal.

Categories
Parenting

Pompa Asi Elektrik

Pompa ASI elektrik dirancang untuk memenuhi kebutuhan Mama yang perlu memompa setiap hari, sangat tepat untuk Mama yang kembali bekerja setelah melahirkan. ketahui apa saja keung gulan dan kekurangannya agar tak keliru memilih. Pastinya, pompa ASI yang jadi pilihan haruslah yang paling nyaman di payudara Mama. Dengan begitu, kegiatan memompa ASI jadi lebih menyenangkan.

Baca juga : tes toefl Jakarta

KEUNGGULAN: ‘ Dengan pompa elektrik, Mama bisa mendapatkan volume susu yang lebih banyak dalam waktu lebih singkat. ‘ Lebih hemat tenaga dan waktu dibanding pompa manual, apalagi bila Mama memakai pompa ASI elektrik jenis pompa ganda. ‘ Kebanyakan pompa elektrik dikemas dalam tas atau ransel khusus sehingga Mama dapat juga menyimpan botol ASI di dalamnya. Sangat praktis dan mudah. ‘ Mama masih bisa melakukan aktivitas lain, semisal membaca majalah atau menulis, sambil memerah ASI karena satu tangan masih bisa bergerak.

KEKURANGAN: ‘ Harganya relatif lebih mahal. ‘ Ukurannya lebih besar dari pompa manual, sehingga tidak terlalu praktis untuk dibawa pergi. ‘ Saat pertama digunakan, beberapa Mama mengeluh sakit. Karena itu, Mama harus cermat membaca petunjuk penggunaan agar dapat menempatkan co rong pompa di posisi yang paling tepat.

Beberapa Pilihan Pompa Asi Elektrik:

Medela Swing Maxi Ini jenis pompa elektrik double pump andal, cocok untuk Mama yang ingin mendapatkan ASI dalam waktu cepat dan jumlah banyak. Simpel dan nyaman digunakan, bentuknya kecil dan ringan. Tombol atas/bawahnya memungkin kan Mama mengontrol kekuatan isap alat sesuai dengan keinginan dan ke nyamanan Mama.

Pigeon Silent Electric Breastpump Suara mesinnya sangat halus. Corong menempel pada payudara, sehingga memungkinkan terjadinya kondisi let-dow atau ASI tetap bisa keluar cepat walau dengan pijatan yang sangat lembut.

Philips Avent Single Electric Natural Breastpump Suara mesin tidak berisik dan menggunakan two phase expression atau dua ritme ketukan memompa. Ketukan awal cepat dan pendek untuk menstimulasi, sementara ketukan kedua pelan dan dalam untuk memerah. Two phase expression ini meniru ritme bayi ketika menyusu langsung dari payudara Mama.

Sumber : pascal-edu.com