Categories
Parenting

Pompa Asi Elektrik

Pompa ASI elektrik dirancang untuk memenuhi kebutuhan Mama yang perlu memompa setiap hari, sangat tepat untuk Mama yang kembali bekerja setelah melahirkan. ketahui apa saja keung gulan dan kekurangannya agar tak keliru memilih. Pastinya, pompa ASI yang jadi pilihan haruslah yang paling nyaman di payudara Mama. Dengan begitu, kegiatan memompa ASI jadi lebih menyenangkan.

Baca juga : tes toefl Jakarta

KEUNGGULAN: ‘ Dengan pompa elektrik, Mama bisa mendapatkan volume susu yang lebih banyak dalam waktu lebih singkat. ‘ Lebih hemat tenaga dan waktu dibanding pompa manual, apalagi bila Mama memakai pompa ASI elektrik jenis pompa ganda. ‘ Kebanyakan pompa elektrik dikemas dalam tas atau ransel khusus sehingga Mama dapat juga menyimpan botol ASI di dalamnya. Sangat praktis dan mudah. ‘ Mama masih bisa melakukan aktivitas lain, semisal membaca majalah atau menulis, sambil memerah ASI karena satu tangan masih bisa bergerak.

KEKURANGAN: ‘ Harganya relatif lebih mahal. ‘ Ukurannya lebih besar dari pompa manual, sehingga tidak terlalu praktis untuk dibawa pergi. ‘ Saat pertama digunakan, beberapa Mama mengeluh sakit. Karena itu, Mama harus cermat membaca petunjuk penggunaan agar dapat menempatkan co rong pompa di posisi yang paling tepat.

Beberapa Pilihan Pompa Asi Elektrik:

Medela Swing Maxi Ini jenis pompa elektrik double pump andal, cocok untuk Mama yang ingin mendapatkan ASI dalam waktu cepat dan jumlah banyak. Simpel dan nyaman digunakan, bentuknya kecil dan ringan. Tombol atas/bawahnya memungkin kan Mama mengontrol kekuatan isap alat sesuai dengan keinginan dan ke nyamanan Mama.

Pigeon Silent Electric Breastpump Suara mesinnya sangat halus. Corong menempel pada payudara, sehingga memungkinkan terjadinya kondisi let-dow atau ASI tetap bisa keluar cepat walau dengan pijatan yang sangat lembut.

Philips Avent Single Electric Natural Breastpump Suara mesin tidak berisik dan menggunakan two phase expression atau dua ritme ketukan memompa. Ketukan awal cepat dan pendek untuk menstimulasi, sementara ketukan kedua pelan dan dalam untuk memerah. Two phase expression ini meniru ritme bayi ketika menyusu langsung dari payudara Mama.

Sumber : pascal-edu.com