Categories
News

Pemerintah Akan Cabut Izin Kapal Mark-Down

kementerian Kelautan dan Perikanan mengancam akan mencabut izin melaut bagi pengusaha yang memanipulasi data ukuran kapal mulai tahun depan. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulfchar Mochtar, mengatakan sanksi pencabutan izin berlaku bagi pengusaha yang sengaja tidak melaporkan ukuran kapal sebenarnya. ”Sengaja tidak melapor, izin melautnya enggak diterbitkan,” katanya kepada Tempo, Rabu pekan lalu. Aturan tegas ini dimulai dengan pemberian pengampunan terhadap pengusaha yang mau mengaku pernah melakukan mark-down ukuran kapal. Pengampunan ini berlaku hingga Desember.

Artinya pengusaha yang mengaku sebelum Desember tidak diberi sanksi. Penertiban praktek mark-down bertujuan menyelamatkan sumber daya ikan dari kerusakan akibat penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Untuk mempermudah pengusaha mengantongi izin, Kementerian Kelautan membuka 31 gerai bersama Kementerian Perhubungan di seluruh Indonesia. Direktur Pengendalian dan Penangkapan Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Saifuddin mengatakan instansinya juga menggandeng Direktorat Jenderal Pajak untuk memverifkasi nomor pokok wajib pajak pemilik kapal.

Categories
Parenting

Koleksi Terbaru Busana Anak

Orangtua yang fashionable, biasanya selalu mendandani anak-anaknya dengan fashion terbaru. Mereka menginginkan koleksi baju anaknya selalu berganti sesuai dengan tren yang berlaku. Di sisi lain, orangtua ingin tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan pakaian saat dikenakan anak.

Baca juga : kerja di jerman

Peluang ini ditangkap oleh grup ritel Matahari Department Store (MDS) dengan berpartisi pada fashion show anak Jakarta Kids Festival (JKF) 2016, yang diselenggarakan di Kota Kasablanka, Jakarta (13/3). Pada JKF kali ini, Matahari meluncurkan fesyen bertema Style and Music. Ada 30 busana yang diperagakan, yang dibagi dalam dua bagian, yakni Chic Romance dan Cool Sporty.

“Matahari Department Store selalu berusaha memberikan produk-produk berkualitas yang menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak. Namun demikian, style yang fashionable juga kami pentingkan”, tutur Imelda Like, Fashion Director MDS kala memberikan sambutan sesaat sebelum fashion show dimulai.

Yang menarik, kali ini MDS menggandeng anakanak yang tergabung dalam kelompok musik Diatas Rata Rata (DARR2), di bawah naungan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa, untuk dijadikan model yang melenggak-lenggok di catwalk. Menurut Imelda, pribadi ketujuh anak berbakat tersebut dianggap dapat menggambarkan koleksi kali ini yang enerjik dan fashionable. “Kami sangat menyukai koleksi pakaian ini karena model dan warnanya lucu-lucu. Apalagi banyak busana dengan model dan warna yang dapat dikombinasikan sehingga membuat aku dan Olla terlihat makin kompak,” tutur kakak beradik, Oliv dan Ola, anggota DARR 2.

KETAGIHAN PIJATAN PAPA “Ahel anak ceria dan aktif. Setiap hari selalu lari-lari dan loncat-loncat, kadang suka manjat-manjat. Jika sudah capek gara-gara main seharian, malamnya pasti minta dipijat, ‘Mbun e’eng capek mau uyut uyut sama Mbun.’ Awalnya dia hanya mau saya yang memijatnya, tapi setelah tahu pijatan ayahnya mantep, eh, dia ketagihan. Ahel paling suka dipijat dengan lotion.” Mardiyanah, mama dari Arzachel Zaidan Mahardika (2,10)

PIJAT ALA SPA “Kalau mau dipijat, dia langsung naik ke atas kasur. Dia maunya dipijat ala baby spa gitu. Kaki dan tangan digerakkan dan senam wajah. Favorit banget, tuh, dia sama gerakan-gerakan seperti itu, padahal sudah umur 2 tahun, he he he. Ainur Rochmah, mama dari Muhammad Arsyad Misbahuddin (2)

Sumber : https://ausbildung.co.id/